Cara Membuat Daftar Isi secara Automatis dan Mengatur Penomoran Bab dab Sub Bab


Waw, sudah lama nda posting :D. Sekarang saya akan memposting tentang cara membuat daftar isi secara otomatis dan mengatur penomoran bab dan sub bab.

Kebanyakan daftar isi menjadi hal yang dikesampingkan dan dianggap sepele. Membuat daftar isi juga sering membuat ribet karena harus menyocokkan judul bab dengan nomor halaman secara manual. Mungkin belum banyak yang mengetahui fasilitas microsoft word yang memudahkan kita untuk membuat daftar isi secara automatis, sehingga kita hanya perlu me’refresh’ dan mengatur formatnya tanpa perlu menyocokkan judul bab dengan nomor halamannya secara manual.

Selain daftar isi, penomoran bab dan sub bab juga sering membuat bingung, lantaran jika kita sudah membuatnya secara manual, lalu suatu saat harus menambahkan sub bab, kita harus menyesuaikan nomor sub bab dengan sub bab sebelum dan sesudahnya secara manual (lagi). Banyak kasus karya tulis dengan nomor sub bab ganda (setelah 3.1 kemudian beberapa halaman lagi terdapat nomor sub bab 3.1 lagi)

Di sini saya mencoba mengulas kedua hal tersebut. Sebenarnya kuncinya sangat sederhana, yakni berada pada penggunaan “style” tulisan kita (apa itu?). pernah lihat kotak di bagian Home yang mengandung banyak kotak-kotak dengan huruf-huruf (AaBbCcDd), kita hanya mengutak-atik kotak itu untuk mendapatkan nomor bab – sub bab dan daftar isi secara automatis.

Heading 1 digunakan untuk judul Bab (Bab 1 PENDAHULUAN)

Heading 2 digunakan untuk judul sub bab 1 (1.1 Latar Belakang)

Dst…

1. Pertama, atur dulu format heading sesuai aturan karya tulismu. Caranya klik kanan di kotak heading yang ingin diedit lalu klik opsi ‘Modify’

2. Maka akan muncul window baru untuk memodify format Heading tersebut. Edit format Heading sesuai peraturan karya tulis mu. Secara umum, pengaturan format sudah ada di window tersebut, tetapi jika ingin mengatur lebih detail lagi, klik opsi ‘Format’ di bagian pojok kiri bawah window.

3.Lakukan langkah 1 dan 2 untuk Heading-heading selanjutnya

4. Setalah seluruh Heading dimodify sesuai keinginan, langkah berikutnya adalah mengatur agar setiap Heading bergubungan satu sama lain, sehingga bila kita menggunakan Heading 1 untuk penulisan Bab maka jika kita kemudian menggunakan Heading 2 untuk sub bab, penomoran Heading akan secara otomatis berhubungan satu sama lain. Caranya adalah klik bagian Multilevel list di sebelah icon Numbering, lalu pilih opsi dengan tulisan Heading (pilih format penomoran sesuai aturan karya tulis mu à 1 – 1.1 – 1.1.1 atau I – A – 1, dst)

*kalau saya lebih sering menggunakan format penomoran 1 – 1.1, dst karena penggunaan format yang satunya sering membuat kebingungan, saat saya ingin menggunakan numbering secara normal (bukan untuk Heading) maka terkadang secara otomatis nomor yang telah saya tuliskan akan di-detect- sebagai Heading.

5. Pengaturan untuk penomoran telah selesai, sekarang tinggal menggunakannya

6. Sebelum menuliskan bab atau subbab yang diinginkan, jangan lupa menekan kolom Heading sesuai penomoran barulah mengetik judul bab atau subbab. Atau, untuk kamu yang sudah terlanjur mengetik seluruh karya tulismu tidak perlu mengetik ulang lagi, cukup blok bagian judul bab atau sub bab lalu klik kolom Heading

Nah, pasti sekarang bertanya-tanyauntuk Heading 1 kenapa harus ada nomornya? Padahal kan seharusnya untuk judul Bab bebas dari nomor apapun. Untuk hal itu, kita hanya perlu mengakali dengan memutihkan nomor itu (kalo ini manual :P). Caranya blok bagian nomor lalu atur warna hurufnya menjadi putih

7. Kemudian lagi, kita pasti memasukkan seluruh judul halaman muka (kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dll) menjadi Heading karena kita ingin memasukkannya ke dalam daftar isi juga. Namun, judul halaman-halaman tersebut tidak memerlukan penomoran tidak seperti judul Bab. Itu karena halaman muka tidak memiliki subbab. Jadi untuk nomor di sebelah judul halaman (eg: angka “1” di sebelah tulisan “HALAMAN JUDUL” di atas), tinggal kita hapus secara manual (menggunakan “Backspace” seperti biasanya). Penghapusan nomor ini tidak akan menghilangkan formatnya sebagai Heading :)

8. Lalu untuk penulisan “BAB 1 PENDAHULUAN” kedua kata tersebut harus dipisah menggunakan tombol “Enter” kan? Padahal jika kita menggunakan cara tersebut, maka keduanya akan di-detect sebagai dua hal yang terpisah di daftar isi nantinya. Maka dari itu, setelah menuliskan “BAB 1” jangan menekan “Enter” tapi gunakan “Shift+Enter” sehingga di halaman Bab mereka terpisah, tetapi nantinya di daftar isi mereka di’anggap’ menjadi satu.

9. Penomoran sudah selesai. Sekarang cara untuk membuat daftar isi. Pembuatan daftar isi sebaiknya dilakukan setelah karya tulis selesai. Caranya dengan masuk ke kolom “References” lalu menekan opsi “Table of Contents” di bagian kiri dan memilih pilihan “table of contents” yang tersedia. Saya belum mengetahui perbedaan antara Automatic Table 1 dan 2, tetapi sepengalaman saya keduanya tidak ada bedanya.

10. Maka daftar isi akan muncul secara otomatis. Hilangkan tulisan “Table of Contents” dan atur formatnya sesuai keinginan

11. Setelah daftar isi dibuat. Maka ketika kita mengedit bagian karya tulis yang menyebabkan perubahan nomor halaman, kita tidak perlu membuat daftar isi lagi, kita cukup meng-update-nya. Caranya masukkan kursor ke dalam kotak daftar isi, maka akan muncul opsi “update table” di bagian atas kotak atau kita juga bisa menemukan opsi itu di kolom References di sebelah opsi Table of Contents. Tekan “update table” maka akan muncuk window baru. Pilih “Update page numbers only” jika kita tidak menambahkan bab atau subbab baru, pilih “update entire table” jika kita menambah atau mengurangi bab dan subbab baru

12. Jangan lupa atur format daftar isi sesuai aturan karya tulismu.

13. DONE! :)

*NB: pastikan selalu menyimpan file sebelum dan sesudah membuat atau mengupdate daftar isi. Penggunaan daftar isi dengan konten yang banyak sangat rawan terjadi “Hang” di ms.Word. Jadi, pastikan file mu tersimpan sebelum kecolongan “not responding” :D

Selamat mencoba. Ditunggu comment nya :)

About these ads

11 thoughts on “Cara Membuat Daftar Isi secara Automatis dan Mengatur Penomoran Bab dab Sub Bab

  1. kis, diatas CH 1 kan masih bakal ada yg lain tu, e.g. abstrak, judul, dll.
    mereka pake heading 1 juga kan..
    gmana caranya supaya heading 2 qta penomorannya baru mulai dr CH 1?

    • iya mbak, pake heading 1 juga.
      tapi gak perlu di nomerin, jadi waktu bikin headingnya, di-backspace aja nomernya. dia bakal tetep jadi heading 1 kok dan nanti otomatis nomernya turun ke heading1 berikutnya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s